
- Share (burstable)
- CIR (Committed Information Rate)
- koneksi Internasional (IX)
- koneksi lokal (IIX)
- IP Public
- service level agreement (SLA)
Share (Burstable)
Saat ini kita sering membaca,melihat
atau mendengar paket berlangganan internet dengat embel-embel
up to atau burstable to 1 Mbps. Bagi yang sudah memahami soal
teknis jaringan pastilah sudah mengerti apa maksudnya, tapi bagi orang
awam kebanyakan menganggap bahwa paket yang dijual dengan harga sangat
murah tersebut memiliki kecepatan akses yang dahsyat. Namun ketika
menggunakan dan tidak mendapatkan hasil seperti yang dibayangkan,
mereka-pun ramai-ramai protes dan menuduh si provider berbohong. Nah
disinilah salah kaprahnya, sebenarnya ini masalah mempertemukan bahasa
teknis dengan bahasa marketing agar memiliki nilai jual yang tinggi.
Pengertian singkat up to / burstable sebenarnya adalah pada saat traffik
internet di provider tersebut tidak padat maka bandwidth paket tersebut
akan menggunakan jalur yang kosong tadi sehingga kecepatannya bertambah
tinggi/cepat, namun saat trafik kembali padat maka lambat laun kecepatannya
akan menurun kembali sesuai jatah awalnya. Misalnya up to 1024 kbps,
pada saat trafik rendah maka kecepatan akses paket tersebut bisa mencapai
maksimal 1024 kbps, walaupun mungkin sisa bandwidth masih banyak namun
sudah di set di 1024 kbps saja. Namun terkadang tidak disebutkan berapa
batas minimalnya yang dijamin/garansi, sehingga konsumen tidak tahu
berapa jatah minimal buat dia. Dengan demikian jika pelanggan hanya
mendapatkan akses 12 kbps, sah-sah saja dan si provider tidak bisa
disalahkan karena dia menawarkan produknya dengan kata-kata up to
1024 kbps, artinya 12 kbps masih dalam range tersebut.
Oleh karenanya disini diperlukan kejujuran si provider agar tidak
hanya mencantumkan info batas maksimalnya saja tapi juga berapa batas
minimal yang dijamin sehingga konsumen mengetahui hak dasarnya. Tentu
saja konsumen juga harus mengerti dan memahami info teknis tersebut
sehingga tidak mudah dibohongi dan tentunya tidak asal protes saja
ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Marilah kita wujudkan kerja
sama B2C (business to consumer) ini dengan saling jujur, menghargai
dan ber-martabat.
sumber
artikel
CIR (Committed Information
Rate)
CIR (dalam bits per detik) digunakan
untuk mengatur flow data yang dikirimkan dari/ke pelanggan. Besar
CIR normalnya adalah setengah dari besar bandwidth total. Jadi apabila
menggunakan bandwidth 64kbps, maka CIR normalnya adalah 32kbps. Artinya,
pada saat terjadi network congestion (jaringan jenuh / bandwidth habis)
jaminan kecepatan transfer data minimum adalah 32kbits (CIRnya bekerja)
dengan catatan pada jaringan tidak terjadi gangguan apapun. Pada saat
tidak terjadi network congestion, besar bandwidth ditentukan oleh
EIR (Excess Information Rate) yaitu bandwidth total yang diberikan
ke pelanggan (bandwidth yang disewa). Jadi pada sistem CIR, TIDAK
ada pembatasan bandwidth maupun pembagian bandwidth / sharing ke pelanggan
lain, kecepatan bandwidth dapat menurun hanya apabila terjadi network
congestion.
sumber artikel
koneksi Internasional (IX)
koneksi Internasional atau (IX)
adalah koneksi keluar negeri atau yang ber-hosting
diluar negeri seperti yahoo.com, facebook.com
koneksi lokal (IIX)
koneksi lokal (IIX)
adalah koneksi lokal indonesia ke server yang
ber-hosting di indonesia sejenis kompas.com, indowebster.com, dll.
Koneksi game online indonesia menggunakan bandwith lokal.
IP Public
IP Public adalah
IP address yang dapat di akses oleh pengguna internet diseluruh dunia,
dan IP address publik diberikan oleh badan khusus dunia yang menangani
mengenai IP address yaitu IANA.
service level agreement (SLA)
A
service level agreement (frequently abbreviated
as SLA) is a part of a service contract where the level of service
is formally defined. In practice, the term SLA is sometimes used to
refer to the contracted delivery time (of the service) or performance.
As an example, internet service providers will commonly include service
level agreements within the terms of their contracts with customers
to define the level(s) of service being sold in plain language terms
(typically the (SLA) will in this case have a technical definition
in terms of MTBF, MTTR, various data rates, etc.) This should not
be confused with a "Service Level Requirement" (frequently abbreviated
to "SLR"), which ITIL describes as "A document recording the business
requirement for an IT service. The SLR belongs to the senior business
representative who owns the service. The Service Management Team have
a responsibility to support the business representative in drawing
up the SLR to ensure that the information contained in the SLR is
both comprehensible and comprehensive. The SLR will provide a basis
for negotiations linked to the formulation of Service Level Objectives
(SLOs) or Service Level Agreements (SLAs)."